Refleksi Akhir Tahun Untuk Indonesiaku

Posted: 31/12/2011 in Opini

Tidak terasa, tahun 2011 akan segera berlalu. Banyak catatan penting di akhir tahun ini yang seharusnya kita renungi bersama untuk mengintrospeksi diri. Agar pada lembaran yang baru nanti, kita dapat mengevaluasi kembali kinerja pemerintah kita ke depan. Demi kebaikan bersama dan masa depan Indonesia.

Kita tahu bahwa problematika negeri ini seakan tidak pernah ada habisnya. Bahkan semakin hari seperti semakin memburuk. Dari masalah angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat, pendidikan yang masih kurang maksimal, korupsi yang sudah menggurita di setiap lini pemerintahan, dan kesejahteraan yang jauh panggang dari pada api.

Berdasarkan data BPS tahun 2011, terdapat 8,12 juta orang yang masih menganggur. Bahkan menurut data  Kadin selalu ada tambahan 1,3 juta pengangguran setiap tahunnya. Menurut BPS, penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 30 juta jiwa, dengan pendapatan Rp. 230 ribu perbulan.

Jika ditambah dengan penduduk yang ‘hampir miskin’ yang mempunyai penghasilan antara Rp. 233-280 ribu. Maka jumlahnya pun meningkat menjadi 57 juta atau 24% dari total penduduk Indonesia. Bahkan menurut laporan Bank Dunia pada tahun 2009, ada sekitar 50,7% atau separuh lebih dari penduduk negeri ini yang berada di bawah garis kemiskinan, dengan standar kemiskinan internasional sebesar US$2 perhari.

Selain itu, angka korupsi di negeri ini semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Berdasarkan data yang dikeluarkan Corruption Perceptions Index (CPI) terhadap 183 negara yang diumumkan oleh Transparency International pada bulan Desember 2011. Dengan angka 0 mewakili Negara terkorup dan angka 10 sebagai Negara yang terbersih. Indonesia mendapat skor 3 dan menduduki peringkat ke-100 dari 183 negara terkorup di dunia.

Potret rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia juga terlihat dari peringkat Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang dikeluarkan oleh UNDP. Posisi Indonesia berada pada urutan ke-124 dari 187 negara. Pada tahun 2011 pendidikan kita berada diurutan ke-124 dari 187 negara. Kualitas pendidikan Indonesia pun juga sangat menyedihkan. Menurut hasil survey UNDP, kualitas SDM Indonesia ternyata hanya menduduki peringkat 110 dari 179 negara di dunia.

Fakta tersebut tentu sangat ironis dengan SDA Indonesia yang begitu melimpah. Kita tahu bahwa negeri ini adalah penghasil minyak terbesar ke-29 di dunia. Bahkan cadangan gasnya mencapai 160 TSCF (triliun standar cubic feet) atau terbesar ke-11 di dunia. Negeri ini juga kaya akan emas, perak, nikel, timah, tembaga, dan bijih besi. Potensi hutan dan lautnya pun begitu besar.

Sehingga tidak wajar rasanya jika di negeri yang kaya raya ini, banyak ditemukan pengangguran dan orang-orang miskin. Namun inilah yang terjadi di negeri ini. Akibat dari penerapan sistem ekonomi dan politik kapitalis yang ternyata menciptakan kesenjangan sosial yang tinggi.

Rasanya mustahil negeri ini akan kembali bangkit dari keterpurukannya jika hingga saat ini kita masih mengadopsi sistem kapitalis-sekular yang materialistis ini. Karena pada faktanya, kekayaan negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang dari para pemilik modal. Yang menguatkan hegemoninya dengan politik kapitalis itu sendiri.

Sudah saatnya kita berfikir kritis dan membuka mata terhadap segala problematika di negeri ini. Dan ikut menyumbangkan pemikiran, waktu, tenaga, bahkan harta untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Dan mencari solusi komprehensif yang akan mampu mengakhiri segala kemelut yang sudah mengakar kuat di jantung Indonesia.

Yaitu dengan kembali menerapkan syariah Islam secara totalitas sebagai solusi fundamental dalam membangkitkan umat. Bukan perubahan parsial yang hanya akan memperkeruh keadaan di negeri ini. Karena hanya dengan Islamlah, kemuliaan umat ini dapat dikembalikan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.

Harus diakui bahwa syariah Islam telah membuktikan keunggulannya secara historis selama lebih dari 3,5 abad. Dan puncaknya pada kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, tidak pernah ditemukan satu orang pun yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dan seluruh rakyatnya hidup sejahtera dan mulia dengan Islam.

Oleh karena itu, sudah fitrah kita untuk kembali menerapkan Islam sebagai solusi tuntas untuk menyelesaikan problematika negeri ini. Mengingat penduduk muslim di negeri ini merupakan komunitas terbesar di dunia. Jadi tidak ada alasan untuk menolak sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Yang menciptakan seluruh alam semesta dan menciptakan peraturan yang sempurna untuk kita.

Jadi sudah saatnya bagi kita melepaskan diri dari sistem warisan kolonialis ini. Dan segera kembali kepelukan Islam. Untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan kita dalam menyelesaikan seluruh problematika umat. Dan meraih predikat sebagai umat terbaik yang akan membawa keberkahan kepada seluruh manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s