Sukses Itu Proses Bukan Hasil

Posted: 21/11/2011 in Motivasi, Resensi
Tags:

Ketika ada teman kita yang berhasil dengan usahanya dagangannya, lulus dan mendapat beasiswa ke luar negeri, dan telah berkeluarga terkadang kita bergumam; betapa beruntungnya dia. Atau alangkah baik nasibnya. Dan bahkan ada yang malah iri hati terhadap keberhasilan temannya dan menganggap bahwa Tuhan tidak adil terhadapnya.

Apakah kita lupa bagaimana teman kita tersebut sebelumnya? Begitulah manusia, ketika seseorang telah berhasil ia baru tersadar dan kagum terhadap hasil usaha orang tersebut. Akan tetapi kita sangat jarang melihat bagaimana prosesnya dan perjuangannya sehingga keberhasilan itu dapat ia raih.

Sejarah telah mencatat bagaimana Thomas A. Edison, sang penemu bola lampu pijar harus gagal dulu 9.999 kali, dan pada percobaannya yang ke-10.000 kali ia baru bisa  menemukan lampu pijar. Kalau seandainya Edison berhenti dan menyerah pada percobaan yang ke-9.999, kita tentu tidak akan pernah mengenal yang namanya bola lampu. Dan ketika ada yang mengatakan bahwa ia telah gagal sebanyak 9.999 kali, ia mengatakan bahwa ia tidak pernah gagal. Bahkan ia telah sukses menemukan 9.999 macam benda yang tidak bisa dijadikan sebagai lampu pijar.

Colonel Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken ditolak 1009 kali ketika mencoba menawarkan gagasannya untuk menjual ayam goreng dengan resep khususnya. Werner von Braun telah melakukan penelitian dan percobaan menerbangkan roket sebanyak 65.121 kali dan semuanya gagal. Charles Dicken juga mengirimkan ratusan artikel yang tak pernah dimuat oleh media massa. Hal yang sama terjadi dengan Walt Disney yang jatuh bangun 302 kali.

Lalu apakah mereka menyerah? Ternyata tidak, Sanders justru mencatat rekor dengan keberhasilan yang sangat gemilang. Werner dicatat sebagai penemu roket. Charles Dicken menjadi penulis terkemuka di dunia. Bahkan Walt Disney sendiri hingga kini menjadi industri hiburan dan proyek raksasa kebanggaan Amerika.

Inilah orang-orang yang telah sukses untuk “memulai”. Mereka tidak pernah melihat hasil yang mereka akan capai, tetapi fokus untuk menjalani proses untuk menuju kesuksesan tersebut. Karena seandainya mereka lebih melihat pada hasil, tentu mereka semua akan menyerah karena usaha yang mereka lakukan tidak pernah terlihat hasilnya. Akan tetapi dengan buah kesabaran dan keyakinan, mereka pun berhasil melewati prosesnya dan mendapatkan hasil yang sesungguhnya.

Nah, sekarang coba kita tanyakan dalam diri kita. Sudah berapa kali kita mencoba dan akhirnya gagal? Mungkin tidak sampai sepuluh kali. Karena kita masih melihat hasil, dan kebanyakan masih berfikir berapa banyak keuntungan yang akan kita dapatkan. Sama halnya dengan berdagang, kita tentu sudah tahu konsekuensinya. Nah, ketika laba yang kita harapkan tidak sesuai dengan yang kita inginkan tentunya kita akan berhenti untuk berdagang karena merasa kurang menguntungkan, atau merasa kurang berpengalaman dalam berdagang.

Pada saat kita memilih untuk menyerah, maka kita akan kehilangan semua kesempatan tersebut. Akan tetapi apabila kita pantang menyerah menjalani prosesnya, tentu suatu saat nanti kita akan mengerti ilmu pemasaran dan tahu bagaimana membaca pangsa pasar dan minat pelanggan.

Dalam hal yang lain pun tidak jauh berbeda, baik untuk meraih kesuksesan apa pun. Hanya kesabaran dan sikap pantang menyerah yang nantinya akan membuahkan hasil. Dan itu semua tentunya hanya akan kita dapat jika kita mengenal minat dan kemampuan kita sendiri.

Untuk itulah kita juga harus mengenal diri kita sendiri, dimana sebenarnya keahlian kita. Dan kita tidak akan pernah tahu apa keahlian kita jika hingga saat ini kita belum mencoba apa pun. Karena ini memang sudah sunatullah dan tidak bisa dipungkiri lagi. Dan saya yakin, suatu saat nanti Anda akan menemukan minat serta bakat yang terpendam jika mulai sekarang Anda berani untuk “memulai” semuanya.

Semua orang pasti memiliki rasa takut untuk memulai sesuatu. Akan tetapi masih ada orang-orang yang mampu melawan rasa ketakutan mereka. Dan telah menanamkan sugesti positif dalam dirinya, “Jika orang lain mampu, kenapa aku tidak?”. Bukankah kita diberikan modal yang sama oleh Allah SWT. Tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatan melakukan yang terbaik untuk meraihnya.

Saya kan sudah mencoba, tetapi tidak pernah berhasil walaupun sudah berusaha sekuat tenaga. Atau saya berkeinginan untuk menikah dan mencari pasangan hidup, tetapi hingga saat ini saya belum mendapatkan modal yang cukup untuk meminang seorang wanita. Apakah memang nasib saya untuk selalu gagal?

Tentu saja tidak kawan. Kita harus memahami bahwa yang namanya taqdir itu ada yang bisa rubah dan ada yang tidak kita rubah. Misalnya kita mempunyai wajah yang jelek, ini adalah taqdir yang tidak bisa kita ubah walaupun harus memakai make-up artis sekalipun. Karena memang walaupun ganteng itu relatif, tetapi jelek itu mutlak. Sedangkan kemiskinan masih dapat kita rubah jika kita senantiasa berusaha untuk berubah serta bertawakkal kepada-Nya. Dan tentu saja semuanya itu selalu indah pada waktunya. [PuteraAl Fatih]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s