Meminang Bidadari

Posted: 15/11/2011 in Cinta, Remaja
Tags:

Wajahmu mengalihkan duniaku. Pertama kulihat dirimu begitu menarik, kedua ternyata masih menarik, dan ketiga ternyata kamu    memang   sangat     menarik.   Tapi     aku      bingung    apa  sebenarnya yang menarik darimu?

Yah, memang kamu terlihat cantik hari ini. Tak ada seorang pria pun yang melewatkan kesempatan untuk melirik sedikit untuk sekedar mengagumi karya Tuhan yang satu ini. Tubuhmu tinggi semampai, dan engkau dikaruniai Allah keindahan yang memikat. Aku bisa melihat butiran mutiara tersusun rapi di bibir manismu. Ugh, kok kita malah cerita yang engga-engga sih? Jaga pandangan kawan, hehehe…

Tapi aku sangat sedih ketika melihat engkau membuka auratmu. Perhiasan itu seakan ngga berharga lagi karna sudah dinikmati kebanyakan orang. Dan sedikit demi sedikit kecantikan itu pun pudar. Masih ada kah seorang bidadari yang memang benar-benar terjaga?

Pertanyaanku ngga berlebihan ko. Sebuah penelitian menggambarkan bahwa di Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya terdapat 50 persen remaja usia 15-24 tahun mengaku pernah berhubungan seksual sejak usia 13-18 tahun (Synovate, 2005).  Karenanya tidak mengherankan bila 60 persen aborsi ternyata dilakukan oleh remaja (Asosiasi Seksologi Indonesia, 2005).  Pada 2008, Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengadakan penelitian di 12 kota besar di Indonesia.  Hasilnya menunjukkan bahwa  97 persen remaja tersebut mengaku pernah menonton film parno.  Sebesar 93,7 persen mengaku pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.  Sementara itu, 62,7 persen remaja usia 13-18 tahun mengaku pernah berhubungan seksual alias berzina.  Naudzubillahi min dzaliik…

Ngga papa kan kita dipusingkan dengan angka-angka tersebut. Itu udah beberapa tahun yang lewat loh. Gimana dengan yang berlangsung sekarang? Silahkan teliti sendiri, tentu kita bakal tambah dibuat pusing lagi deh.

“Jangan diterima bila segel rusak”, gitu kali yah kalimat peringatan dalam produk-produk makanan. Karna klo segelnya udah rusak, biasanya dalem-dalemnya pun ikut-ikutan rusak. Kamu juga pasti lebih milih barang yang masih pake segel dan bagus dari pada yang udah ngga ada segelnya, walaupun harus bayar mahal, jamin deh. Ya toh?

Apalagi ini teh soal makhluk yang sangat berharga yang bakal jadi temen sepanjang hayat, kita pastinya ngga mau rugi kan karna dapat barang yang udah kadaluarsa ato second, ngga jamin deh masih bagus fitur-fiturnya.

Buat apa punya wajah yang cantik menawan, tapi ngga didukung dengan akhlak yang bagus pula? Karna cantik adalah cobaan, lah kok? Coz, dengan kecantikan itu lebih memudahkan kita buat dapat gebetan? Sering orang salah beranggapan klo Allah bersikap ngga adil kepada kita, hanya karna kita punya wajah pas-pasan. Dan menyulitkan kita buat nyari jodoh ato gebetan.

Justru Allah ngasih muka yang pas-pasan tadi adalah sebuah nikmat, dan itu tandanya Allah masih sayang sama kita dan menghalang-halangi kita setiap berniat berbuat maksiat. Maka waspadalah kalo Allah udah membiarkan kita dan memberikan jalan untuk berbuat maksiat, itu tandanya Allah udah ngga peduli lagi sama kita. Bagus kan Allah ngasih kita muka yang pas-pasan, pas pada tempatnya dan ukurannya. Bayangin aja klo Dia bikin kuping kita yang kanan lebih gede dari pada yang kiri, ato ngasih hidung kita kebalik. Tentunya bakal jadi sarang jentik nyamuk karna banyak genangan air hujan disana. Huff…hmm…

Ngomong-ngomong soal bidadari, ada ngga sih yang bisa ngebayangin gimana rupa bidadari itu sendiri? Mungkin klo kamu pernah baca tafsir Ibnu Kastir, kamu bakal dapat gambaran seperti apa wujud bidadari itu sendiri. Seorang wanita yang dipingit, yang tidak pernah dijamah oleh seorang pun makhluk baik jin maupun manusia, dan hanya diperuntukkan kepada hamba-hambanya yang suci pula. Yang memiliki wajah seputih salju dan bening kayak putih telur dan selalu perawan. Dan seandainya dia mengintip sedikit saja dari langit, matahari pun akan redup karna kalah oleh sinar pesonanya? Wuih, ngga kebayang deh. Mana ada yang begituan di bumi ini?

Supaya kita ngga tambah ngiler, kita bahas bidadari-bidadari yang ada di bumi aja yah?  Udah kenal sama mereka? Apakah mereka ini yang memiliki kecantikan yang memikat? Mempunyai tubuh yang aduhai, ato kesempurnaan lainnya?

Ternyata bukan hanya sekedar itu kawan. Banyak kok gadis-gadis cantik yang udah pudar kecantikannya dihisap sang kumbang. Padahal kebanyakan bunga-bunga itu masih kuncup dan baru akan berkembang, tapi udah layu. Gimana ceritanya?

Mereka adalah cewek yang dengan mudahnya ditaklukan oleh cowok, dan ngga punya harga diri. Apakah orang-orang seperti ini bisa dikatakan sebagai bidadari? Padahal bidadari itu dipingit dan terjaga kesuciannya dan hanya diperuntukkan kepada orang yang suci pula. Kecantikan bukan segalanya kawan, karna ia hanya setipis kulit ari yang relatif. Bahkan ia bisa jadi fitnah yang membahayakan.

Rasulullah SAW telah menganjurkan kita untuk lebih mengutamakan agama dari pasangan kita. Karena biasanya orang-orang yang kuat dan bagus agamanya adalah orang-orang cerdas, dengan kepintaran itu harta bisa dicari. Dan dengan harta kecantikan bisa dibeli. Temanku pernah mengatakan klo nikmat yang paling besar dan indah adalah anugerah iman dan Islam. Dan menurutku anugerah yang terindah kedua setelah itu adalah diberikanNya seorang istri yang sholehah.

Karna ia akan menjadi penyejuk di kehidupan kita, yang akan selalu mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah dan memperjuangkan agama-Nya. Yang selalu menyambut kita dengan senyuman terindah pada saat kita dalam keadaan gundah karna ngga bisa mencarikan nafkah buat keluarga, dan mendoakan setiap langkah kepergian kita. Wah, jadi pengen cepet-cepet deh. Hehehe…d(^_^)b

Indah banget. Bayangin aja gimana dengan isteri yang ngga paham agama, tentunya kita bakal kena marah melulu karna pulang dengan tangan kosong. Kayaknya tambah sumpek dan BETE kan. Jangan sampe deh, ckckckck…

Selembar Kertas Putih

Bagiku wanita itu seperti kertas putih, menunggu kita untuk menuliskan sesuatu padanya. Apakah kita akan melukiskan sesuatu seni yang indah ato pun cuma coretan-coretan tanpa nilai. Gimana jadinya klo telah banyak pena yang menggores di kertas tersebut? Coretan-coretan yang tentu saja akan merusak kertas tersebut, apakah ia akan dibuang begitu saja?

Kita harus mendaur ulang kertas tersebut agar menjadi putih bersih kembali kawan. Dan tentu saja dimana-mana yang namanya kertas daur ulang malah bisa lebih mahal kan dari pada kertas putih biasa yang tipis?

Begitu juga dengan seorang gadis. Bisa jadi ia akan berubah menjadi lebih berharga dari pada sebelumnya, jika dibungkus kembali dengan baik dan dijaga dengan benar. Apa alat daur ulangnya? Yah, tentu saja Islam. Sebuah peraturan yang begitu indah yang pernah ada.

Maka perhatikanlah firman Allah ini:

”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (TQS. Al Ahzab:59)

 

Kekasih yang dijanjikan

Mungkin kalian masih ingat dengan penggalan puisi yang pernah kutulis pada edisi #0409. “Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, aku mencintaimu sebelum hati ini tergoyah karna kekagumanku akan sikap dan indahnya wujudmu, aku tak ingin mereka-reka atau pun sedikit melukiskan pesonamu terhadapku”. Kenapa aku nulis gitu, karena aku pun belum tau siapa bidadari yang dijanjikan Allah untukku. Tapi aku sangat yakin klo Dia akan memberikan yang terbaik buatku.

Jodoh itu di tangan penghulu kawan. Biar gimana pun kita begitu setianya sama pacar tapi penghulu belum ngucapin aqad nikah, yah belum sampe jodoh kita juga. Dan jodoh itu akan datang pada saat kita benar-benar siap lahir batin untuk melengkapi separuh agama kita.

Sekarang kita pikirin, berapa banyak waktu, dana dan peluang yang kita abaikan untuk kearah sana jika kita masih pacaran? Udah berapa banyak waktu kita hanya habis untuk kangen-kangenan sama doi dan jalan kesana kemari, padahal klo waktu itu bener-bener dipakai buat nyari kerjaan ato bangun usaha pastinya kita bakal dapat modal yang cukup buat nikah. Kemudian berapa dana yang telah kita habiskan untuk belikan pacar pulsa, ngajak makan, beli aksesoris ato apa lah. Padahal dia belum apa-apa kita. Gimana klo uang tersebut kita kumpulkan, tentunya lebih memudahkan kita lagi kan buat nambah modal nikah? Terakhir, berapa macam peluang kita abaikan untuk mempersiapkan diri, jiwa dan raga kita buat datang ngelamar bidadari idaman kita?

Makanya ntar jangan heran klo pacar yang selama ini kita sayang-sayang, tau-taunya malah nikah sama orang lain. Karna kita kalah saingan kawan. Biarpun kita saling sayang gitu, tapi klo ada orang yang lebih siap dari pada kita dan sangat serius untuk menjadikannya seorang istri, tentunya dia akan milih yang ngelamar tadi. Buat apa juga nunggu sesuatu yang belum pasti? Tentu sang gadis bakal lebih memikirkan kebahagiaan orang tuanya dari pada mikirin kita, emang siapa sih kita bagi dia?

So, be focus! Cause, setiap ada kemauan pasti ada jalan. Dan salah satu orang yang wajib dapat pertolongan Allah adalah orang yang benar-benar ingin menikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s